Jawaban Aktivitas 1.5 Buku IPA Kelas 10 SMA

Daftar Isi

Mau tahu kunci jawaban dari pertanyaan aktivitas 1.5 di dalam buku IPA kelas 10? Kakak telah membahasnya secara tuntas di sini, yuk disimak!

Gimana kabarnya? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, di materi kali ini kakak akan menguraikan jawaban dari pertanyaan aktivitas 1.5 pada buku IPA kelas 10 SMA kurikulum Merdeka Belajar.

Aktivitas 1.5 ini terdiri dari 4 soal yang bertujuan untuk melatih pengetahuan kalian tentang aturan angka penting dan notasi ilmiah.

Aktivitas ini sendiri masih merupakan rangkaian pembelajaran di dalam Bab 1 tentang Pengukuran dalam Kegiatan Kerja Ilmiah.

Sebelumnya, kita telah menuntaskan pembahasan aktivitas 1.4 yang berisi tentang penggunaan alat ukur dan cara membaca hasilnya.

Sebenarnya, hal tersebut erat kaitannya dengan aktivitas 1.5 kali ini, karena setiap hasil pengukuran itu pasti mengandung sejumlah angkat penting.

Eh iya, sebelum lanjut, penting kakak ingatkan agar berhati-hati mengambil jawaban dari situs web lain, khususnya situs web berita, karena kakak lihat banyak yang salah jawabannya.

Wajar sih, karena hanya ditulis oleh wartawan yang tidak mengerti IPA.

Jadi, jangan asal mengambil jawaban yah di google, kalian harus jeli memilih jawaban yang benar.

Baiklah, kita mulai saja pembahasannya...

Kunci Jawaban Aktivitas 1.5 Buku IPA Kelas 10 SMA

Jawaban Aktivitas 1.5 buku IPA kelas 10 SMA

Berikut ini adalah pertanyaan dalam aktivitas 1.5 buku IPA kelas 10 SMA lengkap dengan jawabannya:

1. Terdapat aturan yang disebut sebagai aturan angka penting. Carilah informasi mengenai apa saja yang dapat dikatakan sebagai angka penting dan yang bukan angka penting, beserta contohnya.

Jawab:

  1. Semua angka bukan nol adalah angka penting, contoh: hasil pengukuran 45,23 mempunyai 4 angka penting dan hasil pengukuran 45,2 mempunyai 3 angka penting.
  2. Angka nol yang terletak di antara dua angka yang bukan nol adalah angka penting, contoh: hasil pengukuran 201 gram dan 3,05 kg sama-sama memiliki 3 angka penting.
  3. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, maka angka nol yang terletak sebelum angka bukan nol adalah bukan angka penting, contoh: hasil pengukuran 0,31 cm memiliki 2 angka penting, sedangkan hasil pengukuran 0,0123 cm memiliki 3 angka penting.
  4. Untuk bilangan desimal yang lebih kecil dari satu, maka angka nol yang terletak setelah angka bukan nol termasuk angka penting, contoh: hasil pengukuran 0,1200 cm memiliki 4 angka penting, sedangkan 0,021400 cm memiliki 5 angka penting.
  5. Angka-angka pada notasi ilmiah adalah angka penting, contoh: 3,18 x 104 memiliki 3 angka penting, sedangkan 3,180 x 104 memiliki 4 angka penting.

2. Mengapa jumlah angka penting dari hasil pengukuran perlu diketahui?

Jawab:

Jumlah angka penting dari hasil pengukuran perlu diketahui agar kita bisa mengetahui ketelitian suatu pengukuran, sehingga bisa diketahui juga alat ukur yang digunakan.

3. Dalam pengolahan data, kalian tentu akan melibatkan operasi matematika seperti perkalian dan pembagian, serta penjumlahan dan pengurangan. Cobalah untuk mencari contoh bagaimana perkalian dan pembagian angka penting, serta penjumlahan dan pengurangan angka penting dioperasikan dalam proses pengolahan data.

Jawab:

Perkalian dan Pembagian Angka Penting

Dalam perkalian dan pembagian angka penting, angka hasil perhitungan harus mempunyai angka penting sebanyak angka penting yang paling sedikit dari angka-angka yang dikalikan atau dibagikan. Contoh:

2,32 (memiliki 3 angka penting)
2,8 (memiliki 2 angka penting)
------- x
6,496 cm2

Sesuai aturan, hasil perkalian hanya boleh mengandung 2 angka penting, sehingga hasil di atas harus ditulis menjadi 6,5 cm2 (2 angka penting).

Penjumlah dan Pengurangan Angka Penting

Dalam penjumlahan dan pengurangan angka penting, hasilnya hanya boleh mengandung 1 angka taksiran. Contoh:

13,4 cm
15,21 cm
--------- +
28,61 cm

Sesuai aturan, maka hasil penjumlahan di atas harus ditulis dengan 28,6 cm.

4. Jika nilai yang kalian dapatkan dari hasil pengolahan data sangat kecil atau sangat besar, bagaimana cara kalian menuliskannya?

Jawab:

Jika nilai hasil pengolahan data sangat kecil atau sangat besar, maka cara penulisannya bisa diubah ke dalam bentuk notasi ilmiah. Contoh:

  • Koefisien muai besi adalah 0,000012 (sangat kecil), maka supaya lebih mudah bisa ditulis dengan 1,2 x 10-5.
  • Jarak antara matahari dengan bumi adalah 150.000.000 km (sangat besar), maka supaya lebih mudah bisa ditulis dengan 1,5 x 108.

Gimana, tidak sulit bukan menjawab soal aktivitas 1.5? Langsung saja pindahkan semua jawaban di atas ke buku latihan.

Lanjut ke: Jawaban Aktivitas 1.6

Lihat Juga:

Demikianlah pembahasan soal-soal aktivitas 1.5 buku IPA kelas 10 SMA, bagikan ke semua MEDSOS yang kalian punya agar teman yang lain bisa membacanya.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

BAGIKAN:

Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar