(Jawaban) Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada Saat Otot Betis Pemain Bulutangkis

Daftar Isi

Prinsip kerja pesawat sederhana pada saat otot betis pemain bulutangkis mengangkat beban tubuhnya dengan bertumpu pada jari kakinya adalah pengungkit jenis kedua (II) karena beban berada di antara titik tumpu dan titik kuasa.

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Materi fisika kita kali ini akan menjelaskan tentang prinsip kerja pesawat sederhana pada pemain bulu tangkis.

Sebagaimana yang dipahami, bulutangkis adalah salah satu jenis olahraga yang sering dimainkan oleh banyak orang.

Disadari atau tidak, dalam aktivitas permainan bulutangkis terdapat penerapan prinsip-prinsip fisika selama permainan berlangsung, salah satunya adalah prinsip kerja pesawat sederhana.

Pada saat otot betis pemain bulutangkis mengangkat beban tubuhnya dengan bertumpu pada jari kaki, sebenarnya pada saat itu bekerja prinsip kerja pesawat sederhana.

Prinsip apakah itu? Nah, berikut ini akan kakak terangkan...

Prinsip Kerja Pesawat Sederhana pada saat Otot Betis Pemain Bulutangkis Mengangkat Beban Tubuhnya dengan Bertumpu pada Jari Kakinya

Prinsip kerja pesawat sederhana pada saat otot betis pemain bulutangkis (badminton) mengangkat beban tubuhnya dengan bertumpu pada jari kakinya adalah pengungkit jenis kedua (II). Perhatikan gambar analisis kaki pemain bulutangkis berikut ini:
prinsip kerja pesawat sederhana pemain bulutangkis

Penjelasan:

Pada saat pemain bulutangkis (badminton) mengangkat beban tubuhnya, titik tumpu berada di jari-jari kaki dan kuasa bekerja pada bagian tumit. 

Sementara itu, beban berada di bagian tengah-tengah telapak kaki atau di antara kuasa dan titik tumpu. Hal ini merupakan ciri dari pengungkit jenis kedua (II).
 
Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam materi Pengungkit (Tuas), pengungkit dibedakan menjadi tiga berdasarkan letak titik tumpunya, antara lain sebagai berikut:
  • Pengungkit (tuas) jenis pertama, yaitu pengungkit dengan titik tumpu terletak di antara beban dan kuasa.
  • Pengungkit (tuas) jenis kedua, yaitu pengungkit dengan titik beban terletak di antara titik tumpu dan titik kuasa.
  • Pengungkit (tuas) jenis ketiga, yaitu pengungkit dengan titik kuasa terletak di antara titik beban dan titik tumpu.

Kesimpulan

Jadi, prinsip kerja pesawat sederhana pada saat otot betis pemain bulutangkis mengangkat beban tubuhnya dengan bertumpu pada jari kakinya adalah pengungkit jenis kedua (II) karena beban berada di antara titik tumpu dan titik kuasa.

Gimana adik-adik, udah paham kan prinsip kerja pesawat sederhana pada pemain bulutangkis? Jangan lupa lagi yah.

Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

1 komentar

Comment Author Avatar
3 April 2021 pukul 23.15 Hapus
BOLA BASKKET ADA KAH?