Isolator: Pengertian, Sifat, dan Contoh

Daftar Isi

Isolator adalah bahan/benda yang sulit atau bahkan tidak dapat menghantarkan arus listrik, contohnya karet , plastik , kertas , kaca, dan kayu kering.

gambar isolator

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Materi fisika kita kali ini akan membahas tentang isolator. 

Materi ini merupakan lanjutan sekaligus kebalikan dari materi sebelumnya, yaitu konduktor. Kalian bisa membaca materinya di sini:

Sebagaimana yang telah dijelaskan, listrik/panas adalah aliran muatan/energi yang membutuhkan media penghantar. Namun, pada kondisi tertentu aliran itu justru tidak diharapkan.

Untuk tujuan ini, maka dibutuhkan bahan atau benda lain yang sulit atau tidak dapat menghantarkan listrik/panas. 

Bahan apakah itu? Yuk, berikut ini kakak terangkan...

Pengertian Isolator 

Apa yang dimaksud dengan isolator? Dalam fisika, isolator adalah bahan atau benda yang sulit atau bahkan tidak dapat menghantarkan listrik/panas. 
 
Sulitnya listrik/panas mengalir pada isolator karena elektron-elektron yang berada di dalam bahan isolator berada dalam kondisi yang relatif stabil. 
 
Akibatnya, elektron sangat sulit untuk terlepas dari ikatan inti atomnya sehingga arus listrik sukar mengalir dalam bahan isolator.

Isolator terbaik adalah isolator yang mampu mengisolir listrik/panas sampai tidak terjadi kebocoran aliran. Salah satu contoh isolator terbaik adalah karet. Bahan ini sangat baik mengisolasi listrik maupun panas.

Karet merupakan bahan yang bersifat kuat dan lentur/elastis. Namun, karet juga dapat diubah menjadi keras dan kaku, bila karet dicampur dengan kapur, belerang, dan sebagainya.

Dalam penerapannya, isolator sering digunakan secara bersamaan dengan konduktor. Pada kabel listrik, isolator berfungsi untuk membungkus kawat tembaga (konduktor) agar tidak terjadi sengatan arus listrik.

Pada alat-alat rumah tangga seperti panci, isolator digunakan sebagai pegangan agar tangan tidak ikut merasakan panas.

Sifat-Sifat Isolator

Sifat-sifat bahan isolator, antara lain sebagai berikut:

1. Tahanan Listrik/Panas Besar

Bahan isolator harus mampu mencegah mengalirnya arus listrik/panas dari konduktor. Dengan demikian bahan isolator harus mempunyai tahanan listrik/panas yang besar.

2. Kekuatan Dielektrik yang Baik

Isolator harus memiliki kekuatan dielektrik yang baik. Kekuatan dielektrik diartikan sebagai tegangan maksimum yang mampu ditahan oleh bahan tanpa merusak sifat isolatif bahan tersebut.

3. Kapasitansi Listrik yang Besar

Bahan isolator harus mempunyai kapasitansi listrik yang besar. Nilai ini bergantung pada jarak 2 konduktor yang diisolir oleh bahan isolator, luasan permukaan konduktor, dan permitivitas bahan isolator yang digunakan. 

Bahan-Bahan Isolator

bahan benda isolator
 
Bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai isolator, antara lain sebagai berikut:
  • Isolator bahan alami, yaitu isolator yang terbuat dari bahan baku alami untuk mencegah perpindahan listrik/panas. Contoh isolator bahan alami adalah kayu.
  • Isolator bahan sintesis, yaitu isolator yang terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari pengolahan bahan lain menjadi senyawa yang tidak dihasilkan alami. Contoh isolator bahan sintesis adalah karet dan plastik. 

Penerapan bahan-bahan isolator di atas disesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya, kayu lebih banyak digunakan sebagai isolator panas, contohnya pada alat-alat rumah tangga.

Sedangkan, karet dan plastik penerapannya banyak diperuntukkan sebagai isolator listrik, contohnya pada kabel dan saklar.

Contoh Isolator

Berikut ini adalah penjelasan dari beberapa contoh bahan/benda isolator:

1. Kayu

isolator kayu pegangan alat memasak

Kayu merupakan salah satu contoh bahan isolator yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Kayu sulit (tidak dapat) menghantarkan panas dengan baik. Itulah sebabnya kayu sering digunakan untuk pegangan alat-alat memasak supaya tangan tidak merasakan panas. 

Pada kondisi kering, kayu tidak dapat menghantarkan listrik. Namun, kelemahan dari bahan ini adalah mampu menyerap air sehingga kurang cocok diterapkan sebagai isolator listrik.

2. Karet

isolator karet pada kabel
 
Contoh bahan isolator selanjutnya adalah karet. Karet terbuat dari pengolahan getah pohon karet. Bahan ini memiliki sifat kuat, lentur, dan tidak tembus air. 
 
Penggunaan karet sebagai isolator banyak diterapkan dalam bidang kelistrikan. Misalnya, untuk membungkus tembaga (konduktor) pada kabel.
 
Namun, karet kurang cocok sebagai isolator panas karena bahan ini memiliki sifat tidak tahan api/panas.

3. Plastik

isolator plastik

Plastik adalah bahan yang terbuat dari pengolahan minyak mentah. Plastik memiliki sifat tidak tembus air, lentur, mudah dibentuk, ringan, dan tidak menghantarkan listrik/panas.
 
Dengan sifatnya ini, plastik sangat baik digunakan sebagai isolator listrik dan panas. Dalam kelistrikan, plastik dipakai sebagai bahan isolator saklar. 
 
Sementara itu, sifatnya yang tidak menghantarkan panas banyak dimanfaatkan pada alat-alat rumah tangga. 

Contoh Soal Isolator

Berikut ini adalah beberapa contoh soal tentang isolator:

1. Apa yang dimaksud dengan isolator?

Jawab:
 
Isolator adalah bahan/benda yang sulit atau tidak dapat menghantarkan arus listrik/panas dengan baik.

2. Isolator yang digunakan pada termos adalah?

Jawab:
  • Isolator bagian dalam menggunakan ruang hampa udara, berfungsi agar panas tidak bisa berpindah.
  • Isolator bagian luar menggunakan plastik untuk membungkus sekeliling termos. 

3. Contoh isolator yang ada di rumah

Jawab:

  • Kayu pada pegangan wajan
  • Plastik pada tutup panci
  • Karet pada kabel 

Kesimpulan

Jadi, isolator adalah bahan/benda yang sulit atau bahkan tidak dapat menghantarkan arus listrik, contohnya karet , plastik , kertas , kaca, dan kayu kering.
 
Gimana adik-adik, udah paham kan materi isolator di atas? Jangan lupa lagi yah.
 
Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar