9+ Alat Ukur Besaran Pokok dan Penjelasannya

Daftar Isi
Contoh alat ukur besaran pokok adalah mistar, rol meter, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca (timbangan), stopwatch, termometer, amperemeter, dan luxmeter.

alat ukur besaran pokok dan penjelasannya

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Materi fisika kita kali ini akan membahas tentang alat ukur besaran pokok dan penjelasan seputar tingkat ketelitian, cara kerja, dan cara penggunaannya.

Sebagaimana yang dipahami, besaran pokok dalam fisika ada tujuh, yaitu panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus listrik, intensitas cahaya, dan jumlah zat. 

Hampir semua besaran pokok tersebut memiliki alat ukur, kecuali jumlah zat yang tidak memiliki alat ukur langsung, melainkan ditentukan nilainya melalui pengukuran tidak langsung. 

Lantas, apa saja alat ukur besaran pokok dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, berikut ini kakak terangkan...

Alat Ukur Besaran Pokok

Alat ukur besaran pokok terdiri dari mistar, rol meter, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca atau timbangan, stopwatch, termometer, amperemeter, dan luxmeter. Berikut ini akan kita bahas satu per satu:

1. Mistar

mistar alat ukur besaran pokok panjang

Mistar adalah alat ukur besaran pokok panjang (l). Alat ini berbentuk plat panjang yang terbuat dari kayu, plastik (mika), atau besi, kemudian dilengkapi dengan garis-garis skala pengukuran. 

Skala pada mistar dibagi menjadi dua, yaitu skala utama dan skala nonius (terkecil). Skala utama pada mistar dinyatakan dalam satuan cm, sedangkan skala noniusnya dalam satuan mm. Tetapi, kebanyakan mistar yang beredar saat ini dilengkapi dengan skala tambahan dalam satuan inci.

Skala terkecil mistar adalah 1 ml, artinya panjang minimal yang bisa diukur oleh mistar adalah 1 ml dengan ketelitian pengukuran setengah dari skala terkecilnya, yaitu 0,5 mm atau 0,05 cm.

1.1. Cara Kerja Mistar

Berikut ini adalah tata cara menggunakan mistar:
  • Dekatkan mistar dengan benda yang akan diukur
  • Pastikan tanda nol mistar sejajar dengan salah satu ujung benda.
  • Sekarang, perhatikan ujung yang satunya, baca angka terakhir pada mistar yang sejajar dengan ujung tersebut, maka di dapatlah panjang benda.

2. Rol Meter (Pita Ukur)

rol meter alat ukur besaran pokok panjang

Rol meter adalah alat ukur besaran pokok panjang dengan jarak pengukuran yang lebih panjang dari mistar. Meteran kecil biasanya mempunyai ukuran panjang 3 m dan 5 m. Sedangkan meteran panjang yang biasanya dalam bentuk roll terdapat dalam ukuran 10 m, 20 m, 30 m, 50 m dan 100 m.

Rol meter memiliki skala ukur yang sama dengan mistar, yaitu skala utama dan skala terkecil. Satuan pada skala utama meteran adalah sentimeter (cm) dan satuan pada skala terkecil adalah milimeter (mm). Tingkat ketelitian meteran adalah 0,1 cm atau 1 mm.

Ada juga rol meter yang dilengkapi dengan skala inci pada sisi atas. Jarak antara angka 0 dan 1 pada skala inci meteran lebih besar dari satuan sentimeter, yaitu 1 inci panjangnya sama dengan 2,54 cm.

2.1. Cara Kerja Rol Meter

Berikut ini adalah cara menggunakan meteran yang baik dan benar:
  • Untuk mendapatkan hasil akurat, sebaiknya dilakukan dengan 2 orang
  • Orang pertama memegang ujung skala nol meteran, posisikan tepat pada titik awal benda yang ingin diukur.
  • Orang kedua menarik pita meteran sampai ke titik akhir benda, posisikan dengan benar.
  • Pastikan pita meteran benar-benar lurus, tidak ada bagian yang bengkok atau miring.
  • Baca dan catat hasil pengukuran

3. Jangka Sorong

jangka sorong alat ukur besaran pokok panjang

Jangka sorong (vernier caliper) adalah alat ukur besaran pokok panjang (l). Alat ini berfungsi untuk mengukur panjang diameter dalam, diameter luar, dan kedalaman benda.

Bagian-bagian utama jangka sorong yang melakukan pengukuran tersebut adalah rahang atas, rahang bawah, dan tungkai belakang.

Skala pada jangka sorong terdiri dari skala utama dan skala nonius. Skala utama terletak pada batang utama jangka sorong, dinyatakan dalam satuan cm. Sementara, skala noniusnya terletak pada rahang geser dinyatakan dalam satuan mm.

Skala terkecil jangka sorong adalah 0,1 mm, artinya panjang minimal yang bisa diukur oleh alat ini adalah 0,1 mm dengan ketelitian setengah dari skala terkecilnya, yaitu 0,05 mm atau 0,005 cm.

3.1. Cara Kerja Jangka Sorong

3.1.1. Mengukur Diameter Luar

  • Geserlah rahang bawah geser jangka sorong ke kanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap)
  • Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.
  • Geserlah rahang geser ke kiri sedemikian sehingga benda yang akan diukur terjepit oleh kedua rahang.
  • Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi.
  • Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.

3.1.2. Mengukur Diameter Dalam 

  • Sesuaikan lebar rahang atas dengan menggeser rahang geser ke kiri atau ke kanan agar bisa dimasukkan ke dalam rongga benda yang akan diukur.
  • Masukkan rahang atas ke dalam rongga benda.
  • Geserlah rahang geser ke kanan sedemikian sampai menyentuh sisi dalam benda ukur.
  • Putar sekrup pengunci agar rahang geser tidak bergerak lagi.
  • Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.

3.1.3. Mengukur Kedalaman Benda

  • Sesuaikan panjang pendek tungkai ukur kedalaman dengan menggeser rahang geser ke atas atau ke bawah.
  • Masukkan tungkai ukur kedalaman ke dalam lubang/rongga benda yang akan diukur.
  • Atur kembali panjang pendek tungkai sampai dirasa pas sambil mengatur posisi vertikal jangka sorong, pastikan berdiri tegak, tidak miring.
  • Putar sekrup pengunci agar tungkai tidak bergerak lagi.
  • Baca hasil pengukuran pada skala utama dan nonius.

4. Mikrometer Sekrup

mikrometer sekrup alat ukur besaran pokok panjang

Mikrometer sekrup adalah alat ukur besaran pokok panjang (l). Alat ini berfungsi untuk mengukur panjang ketebalan benda-benda berbentuk plat atau lembaran tipis, seperti seng, kertas, atau kawat.

Bagian-bagian utama pada mikrometer sekrup yaitu rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi

Skala utama mikrometer sekrup terletak pada silinder lingkaran dalam, dinyatakan dalam satuan mm. Sementara, skala noniusnya terletak pada rahang geser dinyatakan juga dalam satuan mm.

Skala terkecil mikrometer sekrup adalah 0,01 mm, artinya panjang minimal benda yang bisa diukur oleh alat ini adalah 0,01 mm dengan ketelitian setengah dari skala terkecilnya, yaitu 0,005 mm atau 0,0005 cm.

4.1. Cara Kerja Mikrometer Sekrup

mikrometer sekrup alat ukur besaran pokok
Berikut ini adalah cara kerja dari mikrometer sekrup:
  • Jepit benda yang akan diukur dengan selubung ulir dan kunci.
  • Perhatikan garis skala utama yang terdekat dengan tepi selubung luar.
  • Perhatikan garis pada pada skala putar yang lurus dengan garis horizontal skala utama.
  • Panjang benda yang diukur adalah hasil penjumlahan nilai skala utama dan skala putar.
Baca Lebih Lanjut mengenai alat ukur besaran panjang di sini: Alat Ukur Besaran Panjang.

5. Neraca atau Timbangan

neraca alat ukur besaran pokok massa

Neraca atau timbangan adalah alat ukur besaran pokok massa (m). Neraca terdiri dari beberapa jenis antara lain, neraca dua lengan, neraca langkah, neraca O'hauss, dan neraca elektronik.

Pada umumnya, neraca terdiri dari bagian utama berupa mangkuk/wadah tempat meletakkan benda yang akan diukur serta bagian skala pengukuran.

Ketelitian neraca ditentukan oleh jenis neraca yang digunakan. Misalnya, neraca O'hauss memiliki ketelitian 0,01 g, neraca digital ketelitian 0,001 g, dan neraca sama lengan dengan ketelitian 1 mg atau 0,001 g.

5.1. Cara Kerja Neraca

Cara kerja neraca berbeda-beda disesuai oleh jenis neraca yang digunakan. Sebagai contoh Neraca elektronik, benda yang akan diukur diletakkan di atasnya dan secara otomatis neraca akan menampilkan angka yang menyatakan massa benda.

Baca Lebih Lanjut mengenai alat ukur besaran massa di sini: Alat Ukur Besaran Massa

6. Stopwatch

stopwatch alat ukur besaran pokok waktu

Stopwatch adalah alat ukur besaran pokok waktu (t). Alat ini dapat diaktifkan dan dimatikan. Stopwatch diaktifkan ketika memulai pengukuran dan pada akhir pengukuran bisa dihentikan.

Ada dua jenis stopwatch, yaitu stopwatch jarum dan stopwatch digital. Stopwatch jarum memiliki ketelitian 0,1 s, sedangkan stopwatch digital memiliki ketelitian hingga 0,01 s.

6.1. Cara Kerja Stopwatch

Pada stopwatch terdapat 1 tombol yang digunakan untuk memulai, menghentikan, dan mereset stopwatch. Tombol tersebut berada di atas stopwatch.

Jika stopwatch sudah di posisi 0, maka tombol ditekan 1 kali tandanya memulai, jika ditekan lagi maka tandanya berhenti, dan jika ditekan lagi maka akan mereset.

7. Termometer

termometer alat ukur besaran pokok suhu

Termometer adalah alat ukur besaran pokok suhu (T). Alat ini memanfaatkan sifat pemuaian dan penyusutan benda akibat adanya perubahan suhu.

Termomenter terdiri dari beberapa jenis, antara lain termometer zat cair, termometer logam (pyrometer), termometer udara, termometer listrik, dan termometer elektronik.

Sementara, berdasarkan skalanya, ada empat jenis termometer yaitu termometer Celcius, termometer Reamur, termometer Fahrenheit, dan termometer Kelvin.

7.1. Cara Kerja Termometer

Adapun cara menggunakan termometer adalah:
  • Letakkan bagian ujung termometer pada benda yang akan diukur.
  • Bacalah skala pada termometer yang digunakan. 

8. Amperemeter

amperemeter alat ukur besaran pokok kuat arus listrik

Amperemeter adalah alat ukur besaran pokok kuat arus listrik (I) yang melewati rangkaian listrik. Pemakaian alat ukur ini disisipkan ke dalam rangkaian sehingga terhubung seri dengan komponen yang akan dihitung kuat arusnya.

Bagian-bagian amperemeter terdiri dari skala, setup pengatur, dan kutub positif-negatif.

8.1. Cara Kerja Amperemeter

Berikut ini cara menggunakan amperemeter:
  • Hubungkan kaki-kai penyentuh amperemeter dengan kutub-kutub yang benar. Kaki penyentuh negatif dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus, sedangkan kaki penyentuh positif dihubungkan dengan kutub positif sumber arus.
  • Gunakan batas ukur amperemeter yang sesuai atau lebih tinggi dari rangkaian. Misalnya, untuk mengukur kuat arus 75 mA digunakan dengan batas ukur 100 mA.  

9. Luxmeter (Light Meter)

luxmeter alat ukur besaran pokok intensitas cahaya

Luxmeter adalah alat ukur besaran pokok intensitas cahaya. Satuan ukuran luxmeter adalah lux. Luxmeter juga disebut digital light meter.

Luxmeter dilengkapi sensor cahaya yang sangat peka terhadap perubahan jumlah cahaya yang diterima.

9.1. Cara Kerja Luxmeter

Sistem kerja dari alat luxmeter menggunakan sensor cahaya. Alat ini cukup diletakkan di atas meja atau juga bisa dipegang setinggi 75 cm dari atas permukaan tanah.

Layar penunjuk dari luxmeter akan menunjukkan angka yang merupakan nilai dari intensitas cahaya tempat yang diukur.

10. Alat Ukur Jumlah Zat

Seperti yang dikemukakan di awal, jumlah zat adalah besaran pokok yang tidak memiliki alat ukur. Besaran ini tidak diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur terlebih dahulu massa zat.

Kesimpulan

Contoh alat ukur besaran pokok adalah mistar, rol meter, jangka sorong, mikrometer sekrup, neraca (timbangan), stopwatch, termometer, amperemeter, dan luxmeter.

Besaran Pokok Alat Ukur
Panjang Mistar, rol meter, jangka sorong, mikrometer sekrup
Massa Neraca atau timbangan
Waktu Stopwatch
Suhu Termometer
Kuat Arus Listrik Amperemeter
Intensitas Cahaya Luxmeter
Jumlah Zat -

Gimana adik-adik, udah paham kan apa saja alat ukur besaran pokok? Jangan bingung lagi yah.

Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar