Materi Fisika, Rumus, dan Contoh Soal

3+ Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Halo adik-adik, jumpa kembali bersama kakak di website kesayangan kita bersama, fisika.co.id. Kali ini kita akan belajar perbedaan perubahan fisika dan kimia. Kalian tahu gak apa perbedaannya?

Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Jadi, memang terdapat dua jenis perubahan yang berkaitan dengan materi, yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. Kedua jenis perubahan tersebut memiliki beberapa perbedaan, antara satu dengan yang lainnya.

Bagi kalian yang belum tahu apa perbedaan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia, kalian tenang saja sebab kakak akan menjelaskannya secara tuntas di sini. Materi ini penting untuk kalian kuasai sebab seringkali dijadikan sebagai pertanyaan tugas oleh guru di sekolah. 

Kakak sering mendapati pertanyaan ini muncul di Brainly, dan dijawab oleh sesama siswa lainnya, meskipun terkadang jawabannya kurang lengkap. 
Nah, sebelum kakak menjelaskan perbedaan dari perubahan fisika dan kimia, kakak akan merefresh kembali ingatan kalian mengenai apa itu perubahan fisika dan apa itu perubahan kimia. Baiklah, kita mulai saja materinya...

Apa itu Perubahan Fisika?

Secara singkat, perubahan fisika sering diartikan sebagai perubahan zat yang tidak disertai dengan terbentuknya zat baru. Memang, bisa saja terjadi perubahan bentuk, tetapi sifat zat hasil perubahannya masih sama dengan sifat asalnya. Contohnya, lilin yang meleleh dan air yang menguap. 

Lelehan lilin tentu saja berbeda bentuknya dengan lilin asalnya. Namun, zat-zat pada hasil lelehan tersebut masih sama dengan lilin asalnya. Begitupun dengan air yang menguap, uap air yang umumnya disebabkan oleh aktivitas pemanasan ini, masih sama dengan air asalnya.

Apa itu Perubahan Kimia?

Lantas, apa itu perubahan kimia? Secara sederhana, perubahan kimia didefinisikan sebagai perubahan yang menghasilkan satu atau lebih zat baru. Sifat zat hasil perubahan sangat berbeda dengan sifat zat sebelumnya. Contohnya, besi berkarat dan kayu terbakar menjadi arang atau abu.

Karat pada besi merupakan zat jenis baru yang telah berbeda dengan besi. Karat timbul akibat reaksi kimia (oksidasi) antara besi, oksigen, dan air (kelembaban). Sama halnya dengan arang atau abu, merupakan zat yang juga telah berbeda jenis dengan kayu asalnya. Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan.

Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Nah, sekarang sampailah kita pada inti pembahasan materi ini, yaitu perbedaan antara perubahan fisika dan perubahan kimia. Secara garis besar, terdapat tiga perbedaan utama antara perubahan fisika dengan perubahan kimia. Perhatikan tabel berikut ini:

Tabel Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Fisika Perubahan Kimia
Tidak terbentuk zat baru Terbentuk zat baru
Reversible (bisa kembali) Irreversible (tidak bisa kembali)
Tidak terjadi reaksi kimia Terjadi reaksi kimia yang ditandai pembentukan gas, endapan, warna, dan perubahan energi.

Secara spesifik, perbedaan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia dapat ditinjau dari 3 segi, yaitu:

1. Apa yang Berubah?

  • Perubahan Fisika: Umumnya yang berubah adalah wujud, ukuran, warna, dan bentuk. Wujudnya dapat berupa padat, cair, dan gas. Selain itu, perubahan fisika juga membuat benda menjadi lebih kecil atau menjadi lebih besar. Seperti perubahan batu menjadi butiran pasir.
  • Perubahan Kimia: Umumnya yang berubah adalah zatnya. Zatnya berubah karena terdapat reaksi kimia. Reaksi itu bisa berupa oksidasi, pembakaran, pencampuran zat, dan lain-lain. Reaksi kimia akan membentuk zat jenis baru.

2. Penyebabnya?

  • Perubahan Fisika: Penyebabnya adalah perubahan suhu atau karena gaya. Seperti air (cair) yang didinginkan akan menjadi es (padat) atau batu yang diberi gaya maka akan hancur membentuk beberapa batu yang lebih kecil.
  • Perubahan Kimia: Penyebabnya adalah reaksi kimia. Reaksi kimia membuat zat yang bereaksi membentuk zat baru. Reaksi itu dapat berupa oksidasi, pembakaran, dan lain-lain. Contohnya adalah pembusukan makanan atau pembakaran kayu. 

3. Bisa kembali ke Semula?

  • Perubahan Fisika: Wujud asli benda sebelum mengalami perubahan fisika bisa dikembalikan dengan mudah. Misalnya air (cair) yang dibekukan bisa dirubah kembali menjadi cair tanpa mengubah sifat, massa, dan volumenya. Contoh lain adalah pegas yang bisa diperpanjang atau diperpendek kemudian dikembalikan seperti semula. 
  • Perubahan Kimia: Wujud asli benda sebelum mengalami perubahan kimia tidak bisa dikembalikan dengan mudah. Seperti contoh: kita tidak mungkin mengembalikan kayu yang telah hangus dibakar menjadi seperti semula.
Gimana adik-adik, udah paham kan perbedaan perubahan fisika dan kimia? Bagi kalian yang belum paham, silahkan ulangi membaca materi di atas. Sekian dulu pelajaran kita kali ini, bagikan agar teman-teman lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
3+ Perbedaan Perubahan Fisika dan Kimia Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Afdan Fisika

0 komentar:

Posting Komentar