(Jawaban) Mengukur Volume Zat Cair Menggunakan Gelas Ukur Tergolong Pengamatan?

Daftar Isi
Mengukur volume zat cair menggunakan gelas ukur tergolong pengamatan kuantitatif.

Mengukur Volume Zat Cair Menggunakan Gelas Ukur Tergolong Pengamatan

Halo adik-adik, pada kesempatan kali ini kakak akan menjelaskan mengapa sehingga pengukuran volume zat cair menggunakan gelas ukur tergolong pengamatan kuantitatif.

Kakak perhatikan, banyak banget nih yang menanyakan ini di forum pembelajaran online, seperti brainly. Sebenarnya sih, udah ada yang menjawab pertanyaan tersebut. Namun, jawabannya sangat singkat, tidak disertai alasan yang jelas.

Baiklah, kakak mulai saja penjelasannya...

Mengukur Volume Zat Cair Menggunakan Gelas Ukur Tergolong Pengamatan Kuantitatif 

Apa sih pengamatan kuantitatif itu? Jadi, pengamatan kuantitatif adalah pengamatan objek atau benda dengan menggunakan bantuan alat pengukur agar hasil pengamatan yang dilakukan lebih teliti dan akurat.

Alat bantu pengukuran yang digunakan antara lain, mistar, timbangan, gelas ukur, termometer, jam/stop watch, mikroskop, dan lain-lain.

Hasil dari pengamatan kuantitatif adalah data yang dapat disajikan dalam bentuk angka. Pengamatan kuantitatif membantu kita mengomunikasikan objek secara lebih khusus dan teliti yang dapat dijadikan dasar untuk membandingkannya dengan objek lain.

Misalnya, seorang siswa akan mengukur volume zat cair menggunakan gelas ukur, maka dari data yang dihasilkan dari pengamatan berupa data angka-angka kuantitatif.

Oleh karena itu, kegiatan mengukur volume zat cair menggunakan gelas ukur termasuk dalam penelitian kuantitatif.

Contoh Pengamatan Kuantitatif

Berikut ini adalah beberapa contoh yang termasuk pengamatan kuantitatif adalah:
  • Mengukur volume zat cair menggunakan gelas ukur
  • Mengukur suhu lingkungan dengan menggunakan termometer.
  • Mengukur panjang meja dengan menggunakan mistar.
  • Mengukur massa besi dengan menggunakan timbangan.
  • Mengukur waktu tempuh pelari dengan menggunakan stop watch
  • Mengamati bentuk bakteri dengan menggunakan mikroskop.

Kesimpulan

Jadi, Mengukur volume zat cair menggunakan gelas ukur tergolong pengamatan kuantitatif.

Gimana adik-adik, udah paham kan jawabannya? Jadi, jangan bingung lagi yah jika terdapat pertanyaan tentang pengukuran volume zat cair menggunakan gelas ukur.

Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar