Penjelasan Sifat Cahaya pada Peristiwa Pelangi

Daftar Isi
Adik-adik, materi fisika kita kali ini akan membahas tentang salah satu sifat cahaya yang menyebabkan terjadinya peristiwa pelangi.
 
Kalian pasti pernah melihat pelangi, warna-warni indah yang muncul di langit setelah hujan. Ada warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Meskipun sudah sering dilihat, namun ternyata masih banyak yang belum tahu penyebab terjadinya pelangi.

Bahkan, tidak sedikit yang percaya dengan mitos bahwa pelangi itu adalah warna selendang bidadari yang turun dari kayangan untuk mandi di sungai...hehehe.

Untuk diketahui, peristiwa pelangi hanyalah salah satu fenomena alam yang bisa dijelaskan dengan ilmu fisika. 

Pelangi ada kaitan dengan sifat yang dimiliki oleh cahaya. Seperti apa penjelasannya? Baiklah, berikut ini kakak terangkan...

Sifat Cahaya pada Peristiwa Pelangi

Dalam fisika, pelangi merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat dapat dibiaskan.
 
Pembiasan (refraksi) cahaya adalah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya ketika ia melewati medium yang berbeda. 

Setiap medium memiliki besaran yang disebut indeks bias, yaitu kemampuan suatu medium dalam membiaskan cahaya yang melewatinya.
 
Kemampuan tersebut ditentukan oleh tingkat kerapatan suatu medium, di mana medium yang rapat memiliki indeks biasa yang besar, sedangkan medium yang kurang rapat memiliki indeks biasa yang kecil.

Proses Pembiasan Cahaya pada Pelangi 

Sifat Cahaya Pelangi
Medium pembiasan cahaya pada peristiwa pelangi adalah udara dan air. Pelangi terjadi ketika air hujan terkena cahaya matahari yang merambat dari udara dan mengalami pembiasan.
 
Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik atau cahaya putih yang tersusun dari tujuh spektrum warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. 
 
Ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan, cahaya tersebut akan dibelokkan sehingga membuat warna-warna pada matahari terpisah (dispersi).
 
Pemisahan itu terjadi karena masing-masing warna dibelokkan pada sudut yang berbeda akibat perbedaan panjang gelombang tiap-tiap warna.

Hasilnya adalah aneka warna di langit yang terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Kesimpulan

Jadi, pelangi merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat dapat dibiaskan.
 
Gimana adik-adik, udah tahu kan sifat cahaya pada peristiwa pelangi? Jangan lupa lagi yah.
 
Sekian dulu penjelasan kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar