Penjelasan Fisika Bunyi Pantul yang Terdengar Hampir Bersamaan dengan Bunyi Asli

Daftar Isi

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Kembali lagi bersama kakak, pada materi kali ini kita masih akan membahas tentang bunyi pantul.

Bunyi Pantul yang Terdengar Hampir Bersamaan dengan Bunyi Asli

Masih ingat tidak materi sebelumnya tentang bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli? Nah, ada satu lagi nih jenis bunyi pantul lainnya, yaitu bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli.

Jika sebelumnya ada jeda waktu antara bunyi asli dan terdengarnya bunyi pantul, maka jenis bunyi pantul yang sekarang kita bahas hampir tidak ada jeda waktu.

Itulah sebabnya mengapa sehingga jenis bunyi pantul yang satu ini dikatakan terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli karena waktu terdengarnya yang sangat cepat.

Baiklah, kita mulai saja pembahasannya...

Bunyi Pantul yang Terdengar Hampir Bersamaan dengan Bunyi Asli

Dalam fisika, bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli disebut gaung, yaitu pantulan bunyi yang bisa didengar bahkan sebelum bunyi asli selesai diucapkan.

Jadi, hampir tidak ada jeda waktu antara pengucapan bunyi asli dan datangnya bunyi pantul.

Penyebab terjadinya gaung adalah adanya jarak yang cukup dekat antara sumber bunyi dengan dinding pemantul.

Itulah sebabnya mengapa sehingga gaung seringkali terjadi pada gedung-gedung tertutup, seperti aula pertemuan.

Contohnya, ketika seseorang berteriak di dalam sebuah gedung, akan terdengar ada bunyi yang menirukannya sesaat setelah suku pertama kata-kata diteriakkan.
 
Polanya seperti ini:
  • Bunyi asli                  : fi - si - ka
  • Bunyi pantul              :      fi - si - ka
  • Bunyi yang terdengar: fi               ka  

Coba lihat polanya, bahkan bunyi asli belum selesai diucapkan, bunyi pantul sudah terdengar sebagian.

Cara Menghilangkan Gaung

Oleh karena terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli, gaung memiliki sifat mengganggu bunyi asli. Akibatnya, bunyi asli menjadi tidak jelas. 
 
Itulah sebabnya kehadiran gaung sangat tidak diharapkan.
 
Untungnya saja, bunyi memiliki sifat dapat diredam. Artinya, jika bunyi mengenai bahan peredam, sebagian besar gelombang bunyi diserap.
 
Akibatnya, bunyi yang dipantulkan oleh bahan peredam menjadi lemah. Bahkan, bisa diserap atau hampir tidak ada lagi pantulan jika bahan peredam yang digunakan cukup baik.
 
Bahan-bahan lunak seperti gabus, busa, dan kapas, dapat digunakan untuk meredam bunyi.
 
Oleh karena itu, untuk menghilangkan gaung, dinding gedung harus dilengkapi dengan bahan-bahan peredam bunyi. 
 
Bunyi yang mencapai dinding akan diredam sehingga bunyi yang dipantulkan menjadi sangat lemah.
 
Walaupun gaung tetap ada, namun karena sangat lemah, bunyi asli tidak mengalami gangguan yang berarti. 

Kesimpulan

Jadi, bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli disebut gaung, yaitu pantulan bunyi yang bisa didengar bahkan sebelum bunyi asli selesai diucapkan.
 
Gimana adik-adik, udah paham kan materi di atas? Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar