11+ Perbedaan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

Daftar Isi

Apa kabar adik-adik? Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat. Materi fisika kita kali ini akan membahas tentang perbedaan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel. 

Sebelumnya, kita telah menuntaskan pembahasan seputar kedua jenis rangkaian tersebut. Kalian bisa membaca materinya di sini:

Kedua jenis rangkaian ini memiliki karakteristik atau ciri khusus yang menjadi pembeda masing-masing rangkaian.

Perbedaan-perbedaan tersebut bisa ditinjau dari segi susunan, kelebihan, kekurangan, dan kegunaan dari masing-masing rangkaian.

Lantas, apa saja perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel? Baiklah, langsung saja simak pembahasan berikut ini...

Perbedaan Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel

perbedaan rangkaian seri paralel
Ada 12 perbedaan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel, antara lain sebagai berikut:

1. Perbedaan dari Segi Susunan

Perbedaan pertama terletak pada segi susunan alat atau komponen listrik.

1.1. Susunan Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, alat atau komponen disusun secara berurut atau berderet, sehingga tidak terdapat percabangan. Berikut ini contoh susunan rangkaian seri tiga buah lampu dan dua baterai beserta skemanya:
susunan rangkaian seri lampu

1.2. Susunan Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, alat atau komponen disusun secara bersusun atau berjajar, sehingga terdapat percabangan. Berikut ini contoh susunan rangkaian paralel tiga buah lampu dan dua baterai beserta skemanya:
susunan rangkaian paralel lampu

2. Perbedaan dari Segi Kuat Arus

Perbedaan kedua terletak pada segi kuat arus yang mengalir pada kedua rangkaian.

2.1. Kuat Arus Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, kuat arus yang mengalir di setiap komponen besarnya sama dengan arus dari sumber. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
ISumber = I1 = I2 = I3 

2.2. Kuat Arus Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, kuat arus yang mengalir di setiap komponen besarnya tidak sama dengan arus sumber. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
ISumber = I1 + I2 + I3

3. Perbedaan dari Segi Tegangan

Perbedaan ketiga terletak pada segi tegangan atau beda potensial di setiap komponen.

3.1. Tegangan Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, tegangan listrik di setiap komponen besarnya tidak sama dengan tegangan sumber. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
VSumber = V1 + V2 + V3

3.2. Tegangan Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, tegangan listrik di setiap komponen besarnya sama dengan tegangan sumber. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
VSumber = V1 = V2 = V3

4. Perbedaan dari Segi Hambatan Total 

Perbedaan keempat terletak pada segi hambatan total pengganti yang berlaku di masing-masing rangkaian. 

4.2. Hambatan Total Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, hambatan total pengganti nilainya lebih besar dari hambatan setiap komponen yang terpasang pada rangkaian. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
RTotal = R1 + R2 + R3

4.3. Hambatan Total Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, hambatan total pengganti nilainya lebih kecil dari hambatan setiap komponen yang terpasang pada rangkaian. Secara matematis, dituliskan dengan persamaan:
 
1/RTotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3

5. Perbedaan dari Segi Nyala Lampu

Perbedaan kelima terletak pada segi intensitas cahaya lampu yang menyala pada masing-masing rangkaian.

5.1. Nyala Lampu Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, nyala lampu menjadi lebih redup karena hambatan total rangkaian yang besar. Jika terdapat 3 buah lampu, hanya lampu pertama saja yang terang, sedangkan kedua lampu lainnya redup.

5.2. Nyala Lampu Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, nyala lampu terang karena hambatan total rangkaian yang kecil. Jika terdapat 3 buah lampu, seluruh lampu mempunyai terang yang sama. 

6. Perbedaan dari Segi Kebutuhan Kabel

Perbedaan keenam terletak pada segi kebutuhan kabel untuk membuat masing-masing rangkaian.

6.1. Kabel Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, kabel yang dibutuhkan lebih sedikit karena bentuk rangkaian yang sangat sederhana, yakni komponen hanya disusun secara berurut.

6.2. Kabel Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, kabel yang dibutuhkan lebih banyak karena bentuk rangkaian yang terdiri dari banyak percabang, di mana setiap komponen memiliki jalur kabel yang terpisah.

7. Perbedaan dari Segi Jumlah Saklar

Perbedaan ketujuh terletak pada segi jumlah saklar yang digunakan pada masing-masing rangkaian:

7.1. Saklar Rangkaian Seri

Pada rangkaian seri, jumlah saklar yang dibutuhkan hanya 1 buah untuk menyambung atau memutuskan arus yang mengalir ke seluruh komponen. 

7.2. Saklar Rangkaian Paralel

Pada rangkaian paralel, jumlah saklar yang dibutuhkan disesuaikan dengan banyaknya komponen yang terpasang. Dengan kata lain, masing-masing komponen memiliki saklar yang terpisah.

8. Perbedaan dari Segi Biaya

Perbedaan kedelapan terletak pada segi biaya pembuatan rangkaian. Perbedaan ini merupakan konsekuensi dari poin ke-6 dan ke-7 di atas.

8.1. Biaya Rangkaian Seri 

Biaya pembuatan rangkaian seri lebih murah karena jumlah kabel yang dibutuhkan lebih sedikit dan saklar yang digunakan hanya 1 buah.

8.2. Biaya Rangkaian Paralel

Biaya pembuatan rangkaian paralel lebih mahal karena membutuhkan banyak kabel dan saklar. Setiap komponen memiliki jalur kabel dan saklar yang terpisah dengan komponen lainnya.

9. Perbedaan dari Segi Efisiensi Energi

Perbedaan kesembilan terletak pada segi efisiensi energi yang digunakan oleh masing-masing rangkaian.

9.1. Efisiensi Energi Rangkaian Seri

Rangkaian seri memiliki efisiensi energi yang buruk karena banyak energi yang terbuang berubah menjadi panas akibat dari hambatan total rangkaian yang besar.

9.2. Efisiensi Energi Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel memiliki efisiensi energi yang baik karena hambatan total rangkaian yang kecil sehingga hanya sedikit yang berubah menjadi panas. Sebagian besar energi digunakan untuk mengoperasikan komponen. 

10. Perbedaan dari Segi Kontinuitas

 Perbedaan kesepuluh terletak pada segi kontinuitas masing-masing rangkaian.

10.1. Kontinuitas Rangkaian Seri

Jika salah satu komponen rusak atau padam, maka keseluruhan rangkaian akan padam atau tidak berfungsi. Penyebabnya adalah seluruh komponen tersambung dengan jalur listrik yang sama.

10.2. Kontinuitas Rangkaian Paralel

Rangkaian paralel tetap akan berfungsi meskipun terdapat satu komponen yang rusak atau padam. Hal ini karena masing-masing komponen memiliki jalur listrik yang berbeda. 

11. Perbedaan dari Segi Pemeliharaan

Perbedaan terakhir terletak pada segi pemeliharaan masing-masing rangkaian.

11.1. Pemeliharaan Rangkaian Seri

Pemeliharaan rangkaian seri sangat mudah karena bentuk rangkaian yang sederhana sehingga sangat mudah untuk mendeteksi jika terjadi kerusakan.

11.2. Pemeliharaan Rangkaian Paralel

Pemeliharaan rangkaian paralel sedikit lebih rumit karena bantuk rangkaian yang tidak sederhana, di mana terdiri dari banyak percabangan. 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, maka perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah sebagai berikut:
Perbedaan Rangkaian Seri Rangkaian Paralel
Susunan Berurut/Berderet Bersusun/Bercabang
Kuat Arus Listrik Sama besar Tidak sama besar
Tegangan Tidak sama besar Sama besar
Hambatan total Lebih besar Lebih kecil
Nyala Lampu Redup Terang
Kebutuhan Kabel Sedikit Banyak
Jumlah Saklar Satu (1) Lebih dari satu (1)
Biaya Lebih sedikit Lebih banyak
Efisiensi Energi Buruk Baik
Kontinuitas 1 padam, seluruh rangkaian mati 1 padam, rangkaian tetap berfungsi
Pemeliharaan Agak mudah Agak sulit
 
Gimana adik-adik, udah tahu kan apa saja perbedaan rangkaian seri dan rangkaian paralel? Jangan lupa lagi yah.

Sekian dulu materi kali ini, bagikan agar teman yang lain bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Nur Afdan S.Si
Nur Afdan S.Si Nur Afdan, S.Si, Sarjana Fisika Universitas Negeri Makassar. Menyukai segala hal yang berkaitan dengan fisika. Kontak: Email: afdanfisika@gmail.com

Posting Komentar